Thursday, Apr 17th

Last update03:38:03 PM GMT

You are here Tokoh Minang Si Anak Kampoeng, Perjalanan Hidup Buya Syafii Maarif

Si Anak Kampoeng, Perjalanan Hidup Buya Syafii Maarif

E-mail Cetak PDF

JAKARTA, KOMPAS.com — Anak kampung! Begitu cibiran anak-anak kota kepada Syafii. Anak seorang datuak dari Desa Calau,Sumpur Kudus- Sumatra Barat, ini memang tinggal di kampung, tetapi cita-citanya jauh melebihi anak kota. Kisah Buya Syafii Maarif yang inspiratif tersebut dituangkan dalam sebuah novel berjudul si Anak Kampoeng.

Penulisnya, Damien Dematra, mengatakan, kisah Syafii Maarif dalam novel si Anak Kampoeng dapat menginspirasi generasi muda agar menyadari bahwa

tidak ada yang tidak mungkin jika ingin berjuang mencapai impian. "Buya, kan, bukan orang berdarah biru, tapi beliau berjuang untuk bisa survive dan sangat luar biasa. Guru spiritual saya, Gus Dur dan Buya," ujar Damien saat peluncuran buku si Anak Kampoeng di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (11/2/2010) malam.

Dalam peluncuran novel yang dihadiri banyak tokoh itu, Syafii Maarif menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas usaha menovelkan kisah hidupnya. Namun, di sela-sela sambutannya, Syafii Maarif tetap merendah hati. "Saya terpaku dan terpukau. Saya enggak ada apa-apanya sebenarnya. Enggak ada cita-cita," ujarnya, Kamis malam.

Syafii juga berpesan bahwa persaudaraan lintas agama adalah persaudaraan yang tulus, lebih tulus dibandingkan dengan persaudaraan seagama. Buya Syafii memang seorang tokoh pluralis yang menghargai perbedaan agama. Terbukti saat peluncuran novel tentang dirinya itu hadir pemuka-pemuka agama, seperti Uskup Jakarta Ignatius Suharyo, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Andreas Yewangoe, dan pemuka agama lain.

Tokoh-tokoh politik dan pengusaha pun hadir memeriahkan dan memberikan testimoni tentang tokoh Buya Syafii. Beberapa tokoh yang hadir adalah Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Wakil Ketua MPR Hajroyanto Thohari, Surya Paloh, Ketua Apindo, Sofjan Wanandi, pimpinan Kompas Gramedia St Sularto, dan Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional.