JAKARTA, KOMPAS.com - Kisah inspiratif dari masa kecil mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif yang berasal dari sebuah nagari udik nun jauh di Sumpur Kudus, Sumatra Barat, akan segera muncul di layar lebar sekitar akhir bulan Juni atau Juli. Begitulah yang disampaikan penulis skenario film sekaligus penulis novel "Si Anak Kampoeng", kisah inspiratif dari masa kecil Syafii Maarif, Damien Dematra, saat peluncuran novelnya, di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (11/2/2010) malam.
"Novel si Anak Kampoeng asalnya dari skenarion film. Niatnya memang akan diluncurkan novelnya dulu, baru filmnya," ujar Damien.
Film dan novel "si Anak Kampoeng" tersebut menceritakan perjalanan hidup Syafii Maarif, sang guru bangsa yang diadopsi dari otobiografi Ahmad Syafii Maarif yang berjudul "Titik-Titik Kisar di Perjalananku".
"Buya memang sederhana dan tidak mau dipuji, orang yang begitu hebat. Buya adalah satu-satunya guru bangsa yang kita miliki sekarang ini. Bangsa ini tidak punya guru lagi selain Buya. Jadi kita harus menjaga Buya supaya umur panjang dan menyiapkan generasi muda agar ada yang seperti Buya," kata Damien.
Peluncuran novel "Si Anak Kampoeng" yang disadur dari skenario filmnya itu dihadiri banyak tokoh dan sahabat-sahabat Buya. Diantara yang hadir terlihat politisi Golkar Surya Paloh, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Thohari, Uskup Koajutor Keuskupan Agung Jakarta Mgr I. Suharyo, pengusaha Sofjan Wananda, pimpinan Kompas Gramedia Sularto, mantan Menteri Pendidikan Nasional Malik Fadjar, serta Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia Andreas Yewangoe.
Tertarik menonton kisah hidup Buya? Bersabarlah.
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO TERKAIT: Si Anak Kampoeng, Perjalanan Hidup Buya Syafii Maarif
Masa Kecil Buya Syafii Maarif Difilm-kan












