Friday, Sep 10th

Last update10:00:00 PM GMT

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
You are here Sport / Hobby Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata

Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata

Beritahu Teman Anda Tentang Web Ini Print Download artikel ini dalam format PDF

Salak anjing semakin nyaring terdengar dari dalam hutan. Langkah-langkah kaki pemburu semakin kencang seiring deru nafas semakin tinggi. Seekor babi hutan tergolek lemah dikerubuti puluhan ekor anjing. Sorak sorai semakin ramai oleh ratusan pemburu dari dalam hutan. Inilah tradisi masyarakat Minangkabau tempo doeloe yang terus bertahan dan menjadi alternatif buat membunuh kejenuhan akan rutinitas kerja.

Pagi jam 09.12 wib, sekelompok lelaki terlihat sibuk menaikan anjing dan mengikatnya diatas mobil bak terbuka di jalan Hos Cokroaminoto, Pasar Pusat, Pekanbaru. Tiga ekor anjing dikurung dalam kandang kecil yang telah disiapkan. Berbagai perlengkapan seperti pisau, tali anjing, deta (pengikat kepala), perbekalan makanan seperti nasi bungkus daun pisang, air, juga dinaikan keatas mobil.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Para lelaki ini adalah para pedagang di pasar pusat kota Pekanbaru. Dipinggangnya terselip sebuah pisau kuku elang khas pesilat minang. Di lehernya di belit oleh deta, kain pengikat kepala yang juga biasa di pakai pesilat. Mereka terlihat gagah dan jantan.


Mobil menuju arah timur kota Pekanbaru, propinsi Riau, tepatnya menuju hutan desa Sungai Binguang, kecamatan Palas, hanya sejauh 20 kilometer dari pusat kota Pekanbaru. Hutan ini sekarang telah berubah menjadi kebun sawit dan palawija masyarakat. Selama ini sering dirugikan oleh hama babi. Puluhan juta kerugian petani perbulan akibat ganasnya hama babi ini.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Melihat kondisi itu, para penggemar buru babi di kecamatan Palas yang tergabung dalam Persatuan Olahraga Burubabi (PORBI) menggelar acara perburuan dengan mengundang kelompok-kelompok perburuan di kota Pekanbaru.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Sampai di sebuah hutan kecil, kami berhenti dan masuk hutan bersama pemburu lain. Melalui pengeras suara, para Muncak (panitia berburu) memberi aba-aba dengan bahasa Minang. Mereka sudah masuk bersama anjingnya sejak pagi untuk memastikan sarang-sarang hama babi berada.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Kami mengambil posisi di pinggang sebuah punggungan bukit dan menemukan anak sungai kecil. Uda Ujang, Mus, Uda Ad, dan muncak Bakri serta dua teman asal Sunda, Pak jejen dan A-ak, berhenti sejenak.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
"Kita mandikan anjing dulu sebelum mulai bakaja (mengejar babi). Kalau tidak, dia kepanasan dan bisa mati," tutur muncak Bakri sambil memasukan "Si Kumbang", anjing kesayangannya ke dalam air. Pak Bakri diikuti oleh yang lain. Proses memandikan anjing berlangsung selama 10 menit.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Lama kami menanti di lereng punggungan itu. Suara muncak dari dalam hutan terdengar semakin nyaring. Tiba-tiba anjing gelisah dan matanya tajam menatap ke suatu tempat. Kami tak bisa melihat sang babi karena rapatnya semak belukar. Salakan anjing semakin nyaring dan semakin menggila dalam ikatan pemiliknya. "Lepaskan laah...!!" komando pak Bakri. Sontak para pemburu melepaskan anjing mereka dari ikatan dan langsung berlari masuk hutan.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Seekor babi hutan yang masih muda setinggi satu meter, menguik-nguik menghindar dari kepungan anjing. Kemana dia lari disitu pula ada anjing mengepungnya. Lengkingan kesakitan semakin keras jika gigi anjing berhasil menggigit badannya, tapi sang babi berusaha mempertahankan nyawa. Para pemburu semakin semangat mengejar, peluh semakin deras mengucur, mereka menemukan sorganya disini.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Teriakan pemburu makin keras seperti dalam film Tarzan. "Pinteeeh di jalaaaan... ooiiiiiii...!" sorak para pemburu. Kelompok lain yang juga sudah siaga segera berlari mengejar arah lari sang babi. Hutan dan ladang yang biasanya sepi, kini gaduh dengan salakan anjing dan teriakan pemburu. Sudah setengah jam proses kejar-mengejar ini berlangsung, tapi sang babi belum bisa dilumpuhkan.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Hanya lima puluh meter dari jalan setapak ladang penduduk, sang babi mulai kelelahan. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh puluhan anjing pemburu untuk membungkamnya. Sang babi rebah diantara semak belukar dan terus memekik kesakitan. Semakin keras pekikan babi, semakin banyak anjing pemburu yang mengerubutinya. Darahnya bercecer kemana-mana, pergulatan babi dan anjing ini membuat semak belukar jadi roboh dan datar. Kulit babi yang berwarna coklat berubah merah oleh darahnya. Sang babi pun tewas di tangan para anjing.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Di lokasi lain, teriakan girang para pemburu juga terdengar karena berhasil merebahkan beberapa ekor babi. Mulut-mulut anjing terlihat merah oleh darah. Lidahnya keluar dan nafasnya memburu, dengan patuh kembali kepangkuan tuannya. Sang tuan pun tersenyum bangga.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Waktu menunjukan pukul 13.00 wib. Perut mulai keroncongan. Suara muncak dengan pengeras suara memerintahkan pemburu untuk keluar hutan dan istirahat. Kami membuka perbekalan nasi yang di bungkus dengan daun pisang. Nasi itu kami makan ala perburuan dibawah pohon rindang. Tangan-tangan kami berebut mengambil sambal. Sungguh nikmat.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Istirahat siang ini dimanfaatkan oleh panitia alek buru babi atau muncak untuk mengumpulkan sumbangan. Sumbangan ini tidak dipatok dan hanya sesuai kemampuan pemburu. Hasilnya dipergunakan menutupi biaya operasional panitia untuk menggelar alek buru babi.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Istirahat satu jam terasa cukup. Para pemburu pindah lokasi ke ladang lain yang sering diserang hama babi dan sudah di plot oleh panitia. Jejak-jejak babi terlihat dalam ladang mentimun dan terung petani. Banyak tanaman yang rusak akibat ulah sang babi. Kendati jerat sudah di pasang, sang babi seakan mati satu lahir seribu.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Kembali para pemburu maminteh lokasi tempat sang babi akan lari jika dikejar oleh anjing. Strategi perburuan memang sudah disiapkan oleh para muncak kecamatan Palas. Mereka akan malu besar jika acara berburu tidak menemukan babi. Makanya para muncak harus berjibaku masuk hutan mengobok-obok sarang-sarang babi yang biasanya hidup berkelompok.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Anjing-anjing mereka yang terlatih selalu berhasil mengendus jejak atau sarang babi. Anjing yang dipakai mayoritas berasal dari Jawa Barat yang terdiri dari blasteran asing dengan lokal. Ada juga yang membawa anjing lokal yang bertubuh kecil dan lincah. Satu ekor anjing blasteran dan sudah pandai berburu di hargai 3 juta - 5 juta. Satu pemburu bisa memiliki 5-10 ekor anjing dan selalu dirawat khusus untuk keperluan berburu.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Harga anjing akan semakin naik jika berhasil melumpuhkan babi dan dilihat oleh pemburu lain. Keberanian anjing untuk saling berhadapan dengan babi akan menjadi buah bibir di warung-warung atau sesama pemburu. Maka, gengsi pemiliknya juga akan naik di medan perburuan. Hal inilah yang menjadi kebanggaan seorang pemburu.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Untuk menjadi muncak, jelas dibutuhkan keahlian bela diri, mental dan fisik yang kuat serta tahu dengan seluk-beluk rimba. Muncak akan turun tangan langsung berhadapan dengan babi hutan yang ganas. Babi hutan yang sudah tua jika terluka sering melakukan perlawanan dan melabrak siapaun di hadapannya.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Jika "babi luko" terjadi, barulah sang muncak turun tangan berhadapan dengan babi luko itu. Berbekal pisau berburu atau tombak, muncak akan melumpuhkan babi tersebut. Berhasil melumpuhkan babi luko akan menjadi pembicaraan dan menaikan pamor sang muncak.
berita Mapala Proklamator: Tradisi Buru Babi: Memberantas Hama, Olahraga dan Wisata
Perburuan kali ini telah membunuh lebih dari dua puluh ekor hama babi. Tak terasa baju sudah basah oleh keringat dan kaki sudah sakit dilangkahkan. Semakin sore, ternyata semakin seru. Soalnya, babi akan keluar sore hari untuk mencari makan. Momen inilah membuat sang pemburu semakin semangat.