Monday, Sep 06th

Last update10:00:00 PM GMT

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
You are here Sejarah / Adat / Budaya Kabupaten Dharmasraya

Kabupaten Dharmasraya

Beritahu Teman Anda Tentang Web Ini Print Download artikel ini dalam format PDF

Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Dharmasraya berdiri berdasarkan Undang-Undang pemekaran daerah terhitung tanggal 7 Januari 2004, dan terpisah dari kabupaten induknya, yakni Sawahlunto-Sijunjung. Kabupaten ini berada di persimpangan Jalur Lintas Sumatera yang menghubungkan antara Padang, Pekanbaru hingga Jambi. Berlokasi di ujung tenggara Sumatera Barat, kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sawahlunto-Sijunjung di utara, Kabupaten Solok di barat laut, kabupaten Solok Selatan di barat, Provinsi Riau di timur dan Provinsi Jambi di selatan.

Dharmasraya diambil dari nama sebuah kerajaan yang pernah berkuasa setelah kejatuhan kerajaan Sriwijaya di abad 13-14. Kerajaan Dharmasraya pernah mempunyai wilayah dari semenanjung malaya hingga Sumatera. Hal ini dapat dibuktikan dari Prasasti Grahi di Chaiya, selatan Thailand. Dan kemudian menjadi bahagian dari kerajaan Singhasari, seperti yang terpahat di Prasasti Padang Roco.

Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu dari 3 kabupaten baru hasil pemekaran di Sumatera Barat berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat di Propinsi Sumatera Barat, yang merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, dan diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004.

Aktivitas Pemerintahan Kabupaten Dharmasraya secara resmi telah beroperasi sejak dilantiknya Penjabat Bupati Dharmasraya pada tanggal 10 Januari 2004 dan sejak tanggal 12 Agustus 2005 Kabupaten Dharmasraya telah memiliki Bupati Definitif hasil Pilkada Langsung, dengan Pasangan Terpilih H. MARLON MARTUA, SE dan Ir. TUGIMIN

Kabupaten Dharmasraya dengan luas 2.961, 13 Km atau 296.113 Ha. Dengan topografi Kabupaten Dharmasraya bervariasi antara berbukit, bergelombang dan datar dengan variasi ketinggian dari 98,3 M sampai 1.525 M dari permukaan laut. Sebagian besar jenis tanah di kabupaten Dharmasraya berjenis Podzolik Merah Kuning (PMK) yang didominasi oleh hutan hujan tropik dan perkebunan. Hutan seluas 133.186 Ha (44,98 %), perkebunan seluas 118.803 Ha (40,12 %) dan lain-lain sebesar (14.90 %). Suhu berkisar antara 210 C - 330 C dengan rata-rata hari hujan 14,35 hari per bulan dan rata-rata curah hujan 265,36 mm per bulan.

Kabupaten Dharmasraya terbentuk dari Sebelas (11) kecamatan yang semula menjadi bagian Kabupaten Sawahlunto-Sijunjung. Kecamatan-kecamatan tersebut antara lain :

* Sungai Rumbai/Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Propinsi Jambi
* Koto Baru
* Sitiung
* Pulau Punjung
* Koto Besar
* IX Koto ( kecamatan ini berbatasan dengan Kab. Solok Selatan)
* Timpeh
* Asam Jujuhan
* Padang Laweh
* Tiumang
* Koto Salak

Kabupaten Dharmasraya berkembang sebagai salah satu penghasil kelapa sawit atau buah pasir menurut istilah setempat. Disamping itu, kabupaten ini juga merupakan produsen berbagai jenis tanaman keras lainnya, seperti kulit manis, karet, kelapa, gambir, kopi, coklat, cengkeh, dan pinang. Lahan perkebunan di sana lebih didominasi karet dan sawit. Penghasil kelapa sawit paling banyak di kabupaten ini adalah kecamatan Sungai Rumbai.

Sumber : Situs Resmi http://www.dharmasrayakab.go.id/