Wednesday, Apr 16th

Last update03:38:03 PM GMT

You are here Mistis dan Mitos Dilemma Tubo Balerang di Danau Maninjau

Dilemma Tubo Balerang di Danau Maninjau

E-mail Cetak PDF

Siapa yang tak tahu dengan keberadaan danau maninjau. Danau dengan pemandangan nan eksotif namun rupawan ini, sudah terkenal eksistensinya di dunia pariwisata nasional, maupun internasional.

Namun, siapa yang menyangka kalau danau vulkanik ini, menyimpan sebuah misteri, yakni tubo balerang. Tubo balerang merupakan fenomena alam yang dianggap biasa bagi orang asli maninjau, namun aneh bagi non asli maninjau.

Dahulu, sekitaran tahun 80an, saat saya masih kecil-kecilnya, tubo balerang adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu, biasanya kemunculan tubo ini, ditandai dengan angin kencang atau biasa disebut angin darek. Warna danau yang semula berwarna biru, berubah menjadi hijau.

Sikecil (saya sendiri-red), kalau melihat gejala alam yang demikian, secepatnya mempersiapkan peralatan menangkap ikan. Dengan teman sebaya, mencari kelambu untuk digunakan menagkap rinuak, tak perlu repot repot, dengan tangan kosong saja, ikan-ikan akan mudah ditangkap, karena apabila tubo datang, ikan akan pusing (nena-red) dan menepi di tepian danau.

Bukan sikecil saja, mayoritas masyarakat disalingka danau,akan bersuka ria untuk menyambut kedatangan tubo ini,sebab akan mendapatkan ikan dan rinuak dengan sangat mudah. Masyarakat berbondong-bondong didanau seperti ada pesta rakyat mendadak.

Namun, ironis dan kontras dengan tubo saat sekarang ini. entah tahun berapa karamba dimulai,entah siapa pencetusnya, tapi yang jelas, setelah karamba membooming di salingka danau maninjau, tubo menjadi momok yang menakutkan, ditakuti, dibenci, dan dihindari. Memang pada dasarnya, karamba meningkatkan income masyarakat secara drastis. tapi dibalik ini semua, tubo yang disambut hangat saat kedatangannya, sekarang sangat tidak di inginkan. Tubo datang, petani keramba tacingangak (ternganga-red).

Cobalah sikapi, hal inilah yang terjadi, tradisi kedanau rami-rami, tak akan ada lagi. Bahkan, tak ada lagi sikecil yang berlarian ketapian danau dengan kelambu bekas untuk manangguak rinuak ditangannya, sembari berteriak, "Tubo!!!tubo!!! Capeklah kalauwik, lauak alah manapi.....!!!" (cepatlah, ikan-ikan sudah di tepian-red)

Bahkan, akibat keramba, air danaupun tak layak untuk mandi. untuk pemerintah, cobalah pahami....***


Oleh: Arfandy,Se.Sumber http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&jd=Dilemma+Tubo+Balerang+di+Danau+Maninjau&dn=20091226103903