Gadang sarawa, secara harfiah bermakna besar celana.
Gadang = besar
Sarawa = celana
Istilah ini dilekatkan pada seseorang yang bermulut besar tapi bernyali kecil, atau berjanji besar tapi tidak menepatinya.
Contohnya:
Ali sesumbar, katanya bila ketemu dengan Somad, dia akan melabraknya dan meminta dia minta maaf pada cewek yang disakitinya. Tapi, ketika Ali dan Somad benar-benar bertemu, Ali hanya menyapa Somad dengan santun dan berlalu tanpa sedikitpun membuktikan ucapannya. Ali dalam hal ini bisa dikatakan gadang sarawa.
Romi naksir berat kepada Julie. Romi sesumbar kepada temannya, Martin, kalau dia berhasil menggaet Julie, dia akan traktir Martin di restoran mewah. Tapi, ketika Romi berhasil mendapatkan Julie, Romi sama sekali tidak menepati janjinya kepada Martin. Romi adalah orang yang gadang sarawa.
Pada saat ini, di negara kita yang tercinta ini, banyak sekali orang yang gadang sarawa.
Para mantan caleg yang gagal mendulang suara, menarik kembali tikar masjid yang pernah disumbangkannya. Dia adalah orang yang gadang sarawa.
Sebuah partai yang mengutuk habis kebijakan pemerintah soal BLT, ketika kampanye lalu malah mengatakan kalau mereka berhasil mengawal pembagian BLT kepada masyarakat. Partai ini adalah partai yang gadang sarawa.
Dan parahnya lagi, para politisi yang bernafsu ingin menjadi presiden, bolak-balik membangun kerjasama. Mereka yang dulunya bertikai, sekarang malah saling berangkulan, memperlihatkan kemesraan yang absurd di hadapan masyarakat. Mereka-mereka inilah adalah orang-orang yang gadang sarawa.
So, sebelum sesumbar dengan janji-janji besar, pahami dulu seberapa besar ukuran celana kita, sehingga nanti tidak dikatakan orang sebagai gadang sarawa…halah!
sumber : blog surauinyiak
Gadang Sarawa












