Monday, Sep 06th

Last update10:00:00 PM GMT

RSS
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
You are here Home

Jalan Nan Ampek Dalam Pergaulan

Beritahu Teman Anda Tentang Web Ini Print Download artikel ini dalam format PDF

Dalam pergaulan bermasyarakat, baik dalam lingkungan kaum, suku, korong kampuang atau banagari, kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik mempunyai peranan yang sangat penting. Untuk itu agar kita dapat diterima dalam pergaulan hidup bermasyarakat maka kita harus memahami etika berbicara. Menurut ajaran adat yang disebut dengan adat berbicara ini sering juga disebut jalan nan ampek dalam pergaulan, yaitu :

1. Jalan Mandaki

Maksudnya adalah etika atau tata cara bebicara dengan orang yang lebih tua dari kita seperti Ibu, Bapak, Mamak, Nenek, Kakek, dan sebagainya. Ketentuan adat tentang hal ini menyatakan “Jalan mandaki sasak angok”. Jadi kalau kita berbicara dengan orang tua

Read more...

Faktor Yang Menghilangkan Kebenaran

Beritahu Teman Anda Tentang Web Ini Print Download artikel ini dalam format PDF

Disamping 4 faktor yang bisa menjauhkan kita dari kebenaran, ada 4 faktor lagi yang harus kita ketahui dan harus diwaspadai agar tidak menghilangkan kebenaran. Keempat faktor tersebut menurut adat Minangkabau adalah sebagai berikut :

1. Dek Banyak Kato-Kato

Kata-kata yang terlalu banyak dan berlebih-lebihan tanpa mempertimbangkan ukuran adat, mungkin jo patuik serta metoda berfikir yang diajarkan oleh adat justru bisa menghilangkan kebenaran itu sendiri. Adat mengingatkan kita :

“Banyak kato banyak salah, banyak kecek banyak khilafnyo”.
Oleh karena itu kata-kata yang berlebihan sangat dilarang oleh adat Minangkabau, karena

Read more...

Hal-hal Yang Menjauhkan Kebenaran

Beritahu Teman Anda Tentang Web Ini Print Download artikel ini dalam format PDF

Ada 4 faktor yang bisa menjauhkan kita dari kebenaran. Kalau keempat hal ini kita abaikan atau tidak kita waspadai, maka kita tidak akan menemukan kebenaran yang kita cari guna menyelesaikan persoalan-persoalan hidup yang timbul dalam kehidupan, baik dalam kehidupan pribadi, maupun dalam kehidupan berkeluarga serta bermasyarakat. Adapun 4 faktor yang bisa menjauhkan kita dari kebenaran manurut adat Minangkabau yaitu :

1. Dek Takuik Sarato Malu

Takut dan malu adalah sifat-sifat yang bisa menjauhkan seseorang dari kebenaran. Takut dan malu akan membelenggu seseorang untuk berfikir objektif dalam menemukan dan menyampaikan kebenaran. Adat Minangkabau mengajarkan kita, kalau kita akan

Read more...

Sumber Kebenaran Menurut Adat Minangkabau

Beritahu Teman Anda Tentang Web Ini Print Download artikel ini dalam format PDF

Kebenaran adalah sesuatu yang didambakan. Oleh sebab itu dengan berpedoman kepada ketentuan adat Minangkabau sebagai pedoman dan pegangan hidup seharusnya kita harus mampu mewujudkan kebenaran tersebut dalam segala bidang dan aspek kehidupan. Seseorang dalam mencari kebenaran harus mengetahui sumber atau tempat dimana kebenaran tersebut dapat kita temukan. Menurut adat Minangkabau asal (sumber) kebenaran tersebut ada 4 (empat) yaitu :

Read more...

Pangulu 2

Beritahu Teman Anda Tentang Web Ini Print Download artikel ini dalam format PDF

Sambungan Pangulu....

2. Amanah artinya pangulu dipercaya lahir dan batin. Pangulu itu dipercaya lahir dan batin, karena itu ia tidak akan merugikan anak kemenakan, masyarakat nagari. Sesuai dengan falsafah baju kebesaran pangulu yaitu tidak bersaku, karenanya pangulu tidak mengenal korupsi, mengorek keuntungan dari anak kemenakan dan orang lain demi kepentingan pribadi. Pepatah berikut ini harus dihindari yaitu:

Mangguntiang dalam lipatan
Manuhuak kawan sairiang
Malakak kuciang di dapua,
Manahan jarek di pintu

3. Fathanah artinya pangulu itu cerdas. Janganlah mengangkat pangulu itu orang yang bodoh atau kurang pendidikan, hendaklah mereka yang mencukupi ilmu

Read more...

Pangulu

Beritahu Teman Anda Tentang Web Ini Print Download artikel ini dalam format PDF

Pangulu adalah pemimpin artinya orang yang telah dipilih oleh kaumnya baik laki-laki maupun perempuan yang balig. Mereka yang dipilih itu hendaklah berakal dan dalam kesehariannya berbudi pekerti, sopan santun, ramah tamah, rendah hati. Karena dianya akan menjadi tauladan oleh anak-kemenakan yang dipimpinnya. Seperti kata pepatah:

Nan kuriak iyolah kundi, nan merah iyolah sago
Nan bayiek iyolah budi, nan indah iyolah baso.

Selain dari berbudi pekerti pangulu diharapkan mempunyai pemikiran-pemikiran yang baik, cerdas dan disiplin, serta bertanggung jawab dan berada di atas jalan yang benar.

Read more...

Page 1 of 31

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »