Dalam pergaulan bermasyarakat, baik dalam lingkungan kaum, suku, korong kampuang atau banagari, kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik mempunyai peranan yang sangat penting. Untuk itu agar kita dapat diterima dalam pergaulan hidup bermasyarakat maka kita harus memahami etika berbicara. Menurut ajaran adat yang disebut dengan adat berbicara ini sering juga disebut jalan nan ampek dalam pergaulan, yaitu :
1. Jalan Mandaki
Maksudnya adalah etika atau tata cara bebicara dengan orang yang lebih tua dari kita seperti Ibu, Bapak, Mamak, Nenek, Kakek, dan sebagainya. Ketentuan adat tentang hal ini menyatakan “Jalan mandaki sasak angok”. Jadi kalau kita berbicara dengan orang tua



Disamping
Ada 4 faktor yang bisa menjauhkan kita dari kebenaran. Kalau keempat hal ini kita abaikan atau tidak kita waspadai, maka kita tidak akan menemukan kebenaran yang kita cari guna menyelesaikan persoalan-persoalan hidup yang timbul dalam kehidupan, baik dalam kehidupan pribadi, maupun dalam kehidupan berkeluarga serta bermasyarakat. Adapun 4 faktor yang bisa menjauhkan kita dari kebenaran manurut adat Minangkabau yaitu :
Kebenaran adalah sesuatu yang didambakan. Oleh sebab itu dengan berpedoman kepada ketentuan adat Minangkabau sebagai pedoman dan pegangan hidup seharusnya kita harus mampu mewujudkan kebenaran tersebut dalam segala bidang dan aspek kehidupan. Seseorang dalam mencari kebenaran harus mengetahui sumber atau tempat dimana kebenaran tersebut dapat kita temukan. Menurut adat Minangkabau asal (sumber) kebenaran tersebut ada 4 (empat) yaitu :
2. Amanah artinya pangulu dipercaya lahir dan batin. Pangulu itu dipercaya lahir dan batin, karena itu ia tidak akan merugikan anak kemenakan, masyarakat nagari. Sesuai dengan falsafah baju kebesaran pangulu yaitu tidak bersaku, karenanya pangulu tidak mengenal korupsi, mengorek keuntungan dari anak kemenakan dan orang lain demi kepentingan pribadi. Pepatah berikut ini harus dihindari yaitu:
Pangulu adalah pemimpin artinya orang yang telah dipilih oleh kaumnya baik laki-laki maupun perempuan yang balig. Mereka yang dipilih itu hendaklah berakal dan dalam kesehariannya berbudi pekerti, sopan santun, ramah tamah, rendah hati. Karena dianya akan menjadi tauladan oleh anak-kemenakan yang dipimpinnya. Seperti kata pepatah: