Monday, Feb 06th

Last update07:44:10 AM GMT

You are here Berita Berita dari Kampung Puluhan Rumah di Tepi Danau Maninjau Dihantam Longsor, Dua Orang Hilang

Puluhan Rumah di Tepi Danau Maninjau Dihantam Longsor, Dua Orang Hilang

Beritahu Teman Anda Tentang Web Ini Print Download artikel ini dalam format PDF
Longsor. TEMPO/Aditia Herlambang Putra

TEMPO Interaktif, Padang - Puluhan rumah yang berada di tepian Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, rusak berat dihantam longsor dari tebing-tebing bukit di pinggir danau. Bahkan sebagian rumah langsung masuk ke danau terbawa longsor yang terjadi tadi malam.

Sementara dua korban yang hilang tertimbun Ira, 25 tahun, dan Sariana, 70 tahun, warga Jorong Pandan DI Kanagarian Tanjung Sani, masih belum ditemukan. Hingga kini mereka masih dicari tim evakuasi. Sedangkan enam korban luka-luka dirawat di Pusat Kesehatan Masyarakat Maninjau.

Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam, Isfaemal, menyebutkan longsor yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Ahad (25/4), terjadi di dua lokasi. Satu longsor di Jorong Pandan dan satu lagi di Jorong Galapuang. Keduanya berada di Nagari Tanjung Sani.

"Saya baru sampai di lokasi longsor di Jorong Pandan. Longsorannya sangat luas. Di Jorong Galapuang, 14 rumah tertimbun longsor, sementara di Jorong Pandan 31 rumah tertimbun rongsor,” kata Isfaemal, Senin (26/4).

Di Jorong Padan, tim evakuasi dari Kabupaten Agam, kepolisian, Kecamatan Tanjung Raya, PMI Agam, dan warga setempat terus mencari korban. Jalan yang putus karena tertimbun longsor juga menyulitkan menuju lokasi, sehingga tim evakuasi terpaksa berjalan kaki.

"Warga sedang dikoordinir camat untuk membuat posko penampungan sementara tak jauh dari lokasi, sekitar 40 keluarga di Jorong Pandan yang menjadi korban longsor berusaha mengumpulkan sisa-sisa material rumah yang rusak," kata dia.

Longsor yang terjadi di Jorong Galapuang dan Jorong Pandan didahului hujan lebat sejak Ahad sore pukul 15.00 WIB hingga malam hari. Hujan lebat sejak Ahad sore menjadi penyebab longsor malam hari itu.

Apalagi bukit-bukit di Jorong Pandan dan Jorong Galapuang amat terjal sehingga material longsoran dari bukit langsung mendorong rumah-rumah yang berada di tepi jalan raya di tepian Danau Maninjua langsung masuk ke dalam danau.

Bahkan jalan pendakian menjelang rumah kelahiran sastrawan Buya Hamka di Danau Maninjua dikabarkan juga ikut tersapu longsor ke dalam danau. Akibatnya, evakuasi penduduk ke lokasi pengungsian di Jorong Sungai Batang dilakukan dengan perahu nelayan lewat danau.

Sebelumnya karena kerap terjadi longsor, warga Jorong Pandan dan Jorong Galapung sudah dibuatkan tempat pengungsian di Jorong Sungai Batang. Namun saat cuaca cerah mereka kembali ke rumahnya di Pandan dan Galapuang.

Saat hujan lebat terjadi siang kemarin, warga bersiap kebali ke tempat pengungsian, namun menjelang sore hujan berhenti sehingga mereka bertahan di rumahnya. Ternyata malam harinya hujan lebat kembali datang disertai longsor.

FEBRIANTI